FINDING SEAN BROWN 01

October 6th, 2008 by simungil2001

Hi, friends, this is my blog that i especially write in attention to find my long lost cyberfriend, Sean Brown. I never met him in person, just in mIRC chats and e-mails, in the period of year 1999.

Back then, all I knew bout Sean was… His name = Sean Brown, email address = brownse@oz.net, he lived in Seattle Washington. He would be about 29 years old now. He went to public state university majoring in either literature or philosophy.  And then he would like to go to seminary. At that meantime, he was keeping up with bible studies.

So, in 1999, me and Sean chatted a lot on mIRC, and emails too. Mostly discussed about religious matters. I would asked Sean about anything that i want to know bout Christianity and other religious matters, and he would tried his best to explain to me.

After a while, we lost contacts, got busy with each others matters. and not long ago, I found some of sean’s emails print-outs…Now i really want to know how is he doing.. has he become a priest ? A philosopher? I’m really curious now.. :))

So hopefully… if any of you who know Sean Brown, or maybe Sean Brown himself read this blog ( I’ll post some of our emails that fortunately i printed out and kept them until now ) please contact me, I surely want to know how he is right now, and keep in touch again =)

SUDAH

November 7th, 2007 by simungil2001

———————————————————–

———————————————————–

** Kapal Titanic sudah tenggelam **

** Manusia sudah mendarat di bulan **

** Tembok Berlin sudah diruntuhkan **

** Putri Diana dan Mother Teresa sudah meninggal **

** Saddam Hussein sudah dihukum mati **

** Internet sudah merajalela **

** HIV AIDS sudah merajalela **

** Manusia sudah menaklukkan gunung tertinggi di dunia **

** Es di puncak Everest dan kutub sudah mulai mencair **

** Millenium Bug sudah terlewati **

** Banjir, gempa, tsunami, angin topan sudah terjadi **

** Kebakaran hutan, polusi udara, air dan tanah sudah terjadi **

** Lubang di lapisan ozon sudah makin besar **

SUDAH……. SUDAH…… SUDAH…… ( isi sendiri =P )

Kita sudah sampai sejauh ini.

Bersama - sama kita sudah mencapai saat ini.

Semuanya sudah terjadi.

Selanjutnya apa lagi ???

———————————————————–

———————————————————–

I HATE MORTALITY

April 21st, 2007 by simungil2001

I HATE MORTALITY

Why is everything in this world should be mortal?

After a flower blossoms, it has to fade away.

After we eat and full, we’ll get hungry again.

After we have peacefull life, the war starts again.

After we laugh, we starts crying again.

After we rise our children, they’ll have to go away.

After we meet very nice people, one day we’ll have to say goodbye.

After we get to be with someone we love, we’ve got to lose them when they die.

Why can’t we stay forever young ?

Why can’t we stay forever happy ?

Why can’t we stay forever in love ?

Why should we know the word "FOREVER" if we don’t have it in good things in our lifes ?

How can we even know the word "FOREVER" if everything in the world is mortal ?

==========================

Bagaimana Jika Jesus Tidak Datang Tahun Ini ?

March 15th, 2007 by simungil2001

* Artikel oleh Margaret Feinberg ini saya baca di majalah Charisma Indonesia edisi Februari - Maret 2007 *

————————————-

Satu pertanyaan yang akhir - akhir ini membuat saya terpaku —– dengan tidak adanya meja atau kamar ganti untuk bersembunyi— adalah apakah saat ini kita hidup di akhir jaman.  Memang ini pertanyaan yang sederhana, tapi yang membuat saya terpana adalah pertanyaan itu sendiri dan bukan orang yang menanyakannya.

Orang yang menanyakan pertanyaan tersebut bukan seorang yang terjaga pada malam hari karena menonton Jack Van Impe di stasiun televisi TBN.  Malah, dia seorang hippies muda yang berusia 20an tahun.  Saya melihat pancaran ketulusan dari matanya bahwa ia benar - benar ingin tahu.  Dan mungkin, ia mempertanyakan sesuatu yang kita pribadi bertanya juga pada diri kita sendiri secara diam - diam dari waktu ke waktu.

Apakah kita sedang hidup di akhir jaman?

Saya menangkap sesuatu tentang pertanyaan tersebut.  Setelah Anda mewawancarai segelintir orang, Anda akan menemukan kebenaran yang sederhana namun luar biasa; jika Anda menanyakan pertanyaan yang salah, maka Anda akan mendapatkan jawaban yang salah juga.  Jadi, dengan cara yang halus dan cepat saya menyuruh pemuda berusia 20-an itu untuk mengulangi pertanyaannya.

Saya rasa maksud Anda," Bagaimana jika kita hidup di akhir jaman?"

Tanpa menghindar dari pandangannya, saya melanjutkan," dan ini membawa pertanyaannya menjadi,’bagaimana jika tidak?’"

"Apa maksud Anda?" tanyanya dengan nada menekan.

"Saya rasa jika kita memandang ke sekeliling kita, cukup sulit untuk menyangkal bahwa pada banyak segi, baik secara politik, sosial,ekonomi, maupun agama, dalam hitungan jam dunia secara perlahan melambat.  Saya rasa kita semua punya insting, bertanya secara diam - diam " Mungkinkah ini terjadi ?" Itu artinya setiap hari mengenal dan mengikut Jesus lebih penting dari semua hal.

"Tapi bagaimana jika kita sedang tidak hidup di akhir jaman?" lanjut saya." Bagaimana jika itu terjadinya pada generasi anak - anak kita, atau generasi cucu - cucu kita, atau generasi 100 atau bahkan 1.000 tahun dari sekarang ?"

Kemudian apa yang kita lakukan untuk membangkitkan generasi - generasi berikutnya? Apa yang kita lakukan untuk menjangkau, mengimpartasi dan menghembuskan nafas kehidupan pada jiwa mereka seperti pembawa semangat iman yang menggebu - gebu?

" Apakah kita sedang hidup di akhir jaman ataupun tidak, kita perlu hidup dengan tangan menjangkau ke depan dan ke belakang," saya menyimpulkan.  Kita perlu belajar dan mengumpulkan sedikit demi sedikit semua hal dari generasi sebelum kita, dan pada saat yang bersamaan mengimpartasikan sebanyak yang kita bisa pada mereka.

Dengan kata lain, di jaman apapun kita hidup, kita tetap punya rencana.  Kita tetaplah orang - orang yang dipanggil dan dipilih untuk menyebarkan kabar baik yang paling luar biasa ini ke seluruh penjuru dunia.  Kita tetaplah orang - orang yang dirancang untuk membawa transformasi kepada dunia, untuk merajut rancangan Tuhan yang dimasukkan ke dalam kain kebudayaan kita.  Dan bukan saja membangkitkan kabar baik tersebut tetapi membangkitkan "kehidupan kabar baik" itu ke generasi berikutnya."

————————————

Margaret Feinberg, www.margaret-feinberg.com, adalah seorang penulis lebih dari seribu buku, termasuk God Whispers ( Tuhan Berbisik ), twenty something ( 20an tahun ) dan What The Heck Should I Do with My Life? ( Apa yang Harus Kulakukan dengan Hidupku? ).  Ia berharap anda mau berdiskusi lebih lanjut dengannya online di www.margaretfeinberg.blogspot.com

————————————————

Warna Cinta

February 28th, 2007 by simungil2001

*—————————————-

Dunia ini berwarna - warni

Sejak kukenal dirimu

Semburat lembayung warna - warni

Mengisi hari - hariku

             Merah muda ketika kau nyatakan cintamu

             Biru lembut ketika kutatap matamu

             Ungu suram ketika kurindukan dirimu

             Abu - abu ketika kauragukan cintaku

Kuning menyala ketika kuterbakar cemburu

Putih suci ketika kurasakan kasihmu

Warna pelangi ketika kau menciumku

Hitam kelam ketika kautinggalkan diriku

—————————————-*

Can You See Me?

July 21st, 2006 by simungil2001

Right now I realize….

that everybody can see me..

see right through my eyes..

see right through my face..

and they’ll know exactly how I feel just by seeing me…

Am I happy?..

Am I sad?..

Am I nervous?…

Am I mad?…

Ow wow..

They can tell just by looking at me…

Sometimes it scares me knowing that..

But I can’t help it..

I’m not and will not wearing any masks..

I’m not pretending I’m somebody else..

I just want to be me.. only me..

eventhough this will make me be one of the kind..

and separates me from the world behind..

and sometimes people will just hard to understand..

why I do this and that..

I just do what suits my heart..

never wanna betray my inner-self..

bcoz I can’t help it..

that’s the way I am..

so expressive and spontanious..

so predictable but sometimes illogical..

full of mysteries but also open-hearted..

coz I just wanna have a colorful life..

in this uncertain life…

I may go different way from others..

but I won’t change a thing..

just follow my heart…

that’s the way I am..

Are you incomplete..?

October 13th, 2005 by simungil2001

—–

Empty.. spaces..

Fill me up with holes,

Distant.. faces..

With no place left to go,

Without you, within me..

I can’t find no rest,

Where I’m going..

Is anybody’s guess.

* I’ve tried…to go on like I never know you,

* I’m awake…but my world is half asleep,

* I pray…for this heart to be unbroken,

* But without you all I’m going to be is..

* Incomplete..

Voices tell me..

I should carry on,

But I am swimming..

In an ocean all alone,

Baby, my baby..

It’s written on your face,

You still wonder..

If we made a big mistake..?

(chorus)

I don’t mean to drag it on,

But I can’t seem to let you go,

I don’t wanna make you face this world alone..

I wanna let you go…. alone..

(chorus)

"Incomplete" ( Backstreet Boys )

—–

#*sigh*#… this is exactly the song for the heartbrokens and lonely people…

Kisah Menarik dari Lukisan “Perjamuan Terakhir”

October 13th, 2005 by simungil2001

Guys and Girls,

ini salah satu cuplikan kisah yang aku baca di buku "The Devil and Miss Prym" (Iblis dan Miss Prym) karangan Paulo Coelho, yang menurutku cukup menarik, jadi ingin ku-share sama kalian semua.  Berhubung karangan Paulo Coelho ini aku tidak tahu pasti apakah berdasarkan cerita dari kisah nyata atau hasil imajinasi Paulo saja, jadi aku juga tidak dapat memastikan untuk percaya atau tidak dengan cerita ini. Mungkin teman-teman dapat memberikan sedikit pendapat atau pandangan atau fakta, ok.. :

===============

Seorang asing di sebuah kota bercerita pada orang - orang yang ada di bar :

==

"Ketika mengerjakan lukisan ini ( Perjamuan Terakhir ), Leonardo da Vinci menghadapi masalah sulit : dia harus melukis Baik - dalam wujud Yesus - dan Jahat - dalam wujud Yudas, murid yang mengkhianati Yesus dalam perjamuan itu. Dia berhenti mengerjakan lukisan itu, menunggu sampai berhasil menemukan model - model yang tepat.

"Suatu hari, saat mendengarkan sebuah paduan suara, dia melihat sosok Kristus yang sangat sempurna pada diri salah satu anak anggota paduan suara.  Dia mengajak anak itu ke studionya, lalu membuat sketsa dan menggambar wajahnya.

"Tiga tahun berlalu. Perjamuan Terakhir nyaris rampung, namun Leonardo belum juga menemukan model yang tepat untuk Yudas. Kardinal yang bertanggungjawab atas gereja itu mulai menekan Leonardo agar segera menyelesaikan lukisan itu.

"Setelah berhari - hari sia - sia mencari, Leonardo berpapasan dengan pemuda yang tampak lebih tua daripada usianya.  Pemuda itu mengenakan pakaian compang - camping dan tergeletak mabuk di selokan.  Dengan susah payah, Leonardo membujuk asisten - asistennya agar membawa pemuda itu ke gereja, sebab tidak ada waktu lagi untuk membuat sketsa kasarnya.

"Tanpa menyadari apa yang terjadi, gelandangan itu dibawa ke gereja.  Dia dipegangi oleh asisten - asisten Leonardo sementara sang pelukis menuangkan ke atas kertas gurat - gurat kelicikan, dosa, dan egoisme yang tergores jelas di wajah pemuda itu.

"Setelah selesai, gelandangan itu tersadar sedikit dari mabuknya, membuka mata, dan melihat lukisan di hadapannya. Dengan takut bercampur sedih dia berkata,

"Aku pernah melihat lukisan ini!"

"Kapan?" tanya Leonardo heran.

"Tiga tahun yang lalu, sebelum aku kehilangan semua yang kumiliki.  Waktu itu aku menyanyi di sebuah paduan suara dan hidupku masih penuh dengan impian. Pelukis itu memintaku menjadi model untuk wajah Yesus."

==

Kemudian orang asing itu berkata : "Jadi, kalian lihat, Baik dan Buruk memiliki wajah yang sama; semua bergantung dari kapan keduanya melintas di dalam kehidupan seorang manusia."

===============

Sudahkah berpikir positif?

July 14th, 2005 by simungil2001

BERPIKIR POSITIF :

*  Untuk suami yang ngorok sepanjang malam, karena berarti dia tidur di rumah dengan Anda dan tidak dengan orang lain.

*  Untuk anak perempuan remaja yang ngomel tentang cuci piring, karena berarti dia ada di rumah dan bukan berada di jalan.

*  Untuk pajak yang harus dibayar, karena berarti saya masih bekerja.

*  Untuk rumah berantakan dan sampah yang harus dibersihkan sesudah pesta, karena berarti saya dikelilingi banyak teman.

*  Untuk baju yang sudah agak sempit, karena berarti saya punya kecukupan makanan.

*  Untuk bayangan diri saya yang mengawasi saya bekerja, karena berarti saya berada di bawah sinar matahari.

*  Untuk lantai kotor yang harus disapu dan jendela yang harus dibersihkan, karena berarti saya punya rumah.

*  Untuk semua keluhan yang saya dengar tentang pemerintah, karena berarti kita punya kebebasan bicara.

*  Untuk tempat parkir yang saya temukan di ujung tempat parkir, karena berarti saya dapat jalan dan bahwa saya dikaruniai mobil.

*  Untuk suara ribut dari tetangga yang menjengkelkan, karena berarti saya dapat mendengar.

*  Untuk tumpukan baju kotor yang harus dicuci dan tumpukan baju bersih yang harus disetrika, karena berarti saya punya baju untuk dipakai.

*  Untuk kelelahan dan otot - otot pegal di penghujung hari, karena berarti saya telah mampu bekerja keras.

*  Untuk alarm yang saya matikan di pagi hari, karena berarti saya masih hidup.

Kutipan dari Tabloid Aura

June 22nd, 2005 by simungil2001

Guys and girls… ini beberapa kutipan kiat sukses dari tabloid Aura yang baru saja aku baca :

"Orang - orang optimis memandangi mawar dan bukan durinya.  Orang - orang pesimis memandangi duri dan mengabaikan mawar" ~~ Kahlil Gibran

"Jika Anda ingin hidup Anda menjadi cerita yang luar biasa, mulailah dengan menyadari, bahwa Anda adalah penulisnya dan setiap hari Anda punya peluang untuk menulis satu halaman baru" ~~ Mark Houlahan

"Jangan menunggu. Tak ada waktu yang tepat. Mulailah di tempat Anda berada dan kerjakan dengan alat apa saja yang Anda miliki, dan sambil Anda mengerjakannya,Anda akan menemukan alat yang lebih baik" ~~ Napoleon Hill